Bersihkan Lingkungan, Jauhkan dari Bencana dan Penyakit

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong membersihkan sampah dan semak di jalan. (Foto: Pemkab Sumbawa Barat)

Jereweh, Sumbawa Barat- Musim hujan memang menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat di Indonesia. Tidak hanya longsor, hujan yang tidak bisa dikelola biasanya akan menyebabkan banjir yang tentunya akan membahayakan dan merugikan masyarakat itu sendiri.

Menanggulangi hal ini, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong membersihkan sampah dan semak di jalan.

Tidak hanya himbauan, secara aplikatif Wabub mengajak masyarakat untuk membersihkan sampah dan semak di jalan menuju Pantai Jelenga, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Jumat pagi (9/01/20).

Wabup mengimbau Pemerintah Desa dan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menghindarkan masyarakat dari berbagai penyakit termasuk bencana alam seperti banjir.

“Pemerintah Desa di KSB ayo gerakkan masyarakatnya untuk bergotong royong membersihkan lingkungan dari sampah, agar kita terhindar dari penyakit termasuk bencana banjir dan bencana lainnya,” kata Wakil Bupati,.

Wakil Bupati mengapresiasi gotong royong membersihkan sampah dan semak belukar di jalan menuju Pantai Jelenga di Desa Beru ini. Setelah kegiatan ini, Pemerintah Desa harus memasang plang larangan membuang sampah di sungai atau di pinggir sungai. Hal tersebut juga bisa dicontoh oleh Kepala Desa lainnya.

“Membuang sampah sembarangan sama juga membunuh diri sendiri, karena sampah bisa menyebabkan banjir dan menjadi tempat berkembang biaknya penyakit,” imbuhnya.

Kementerian LHK Kampanyekan Bebas Sampah

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengampanyekan bahaya pemakaian plastik. Bahkan, sejak 2018, hal itu sudah dilakukan melalui kampanye Kendalikan Sampah Plastik.

Pengendalian plastik antara lain dilakukan dengan pengelolaan plastik melalui pengurangan sumber dan penanganan.

“Mengurangi dari sumber sangat penting antara lain dari acara-acara seperti Hari Raya Lebaran dan mudik. Karena itu, langkah seperti yang dilakukan ini sangat penting,” tandas Siti Nurbaya kemarin.

Kampanye dilaksanakan dengan melibatkan pelajar SD, SMP, SMA peraih penghargaan Adiwiyata Nasional sebagai generasi muda lingkungan yang akan menularkan kepedulian pengunjung untuk mengendalikan sampah plastik. Sebelum melaksanakan kampanye, sekitar 60 murid dan 15 guru dari 7 sekolah adiwiyata nasional mendapatkan peningkatan kapasitas dari KLHK dan Greeneration Foundation dalam bentuk ceramah, diskusi, dan permainan.