Tingkatkan Kompetensi IKM, Pemkot Bima Adakan Workshop Business Matching

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Rini Indriani membuka workshop Peningkatan Kapasitas dan Business Matching Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Bima. (Foto: Pemkot Bima)

Bima- Upaya pemerintah Kota Bima untuk mengembangkan Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) terus dilakukan. Kali ini, melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas dan Business Matching Pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Bima, Kamis (19/12).

Perwakilan OJK Provinsi NTB menyampaikan bahwa Kota Bima merupakan pionir bagi OJK NTB. OJK bersama TPAKD bertugas menjembatani pelaku IKM yang kesulitan dibiayai oleh Bank melalui koordinasi bersama Bank terkait yang diawali dengan menghadirkan Bank, memecahkan masalah hingga pada tahap evaluasi.

“Terdapat 4 (empat) indikator orang melek keuangan yaitu tabungan, kredit, asuransi dan investasi. Kami bisa membantu dalam mengakses dana, mendatangkan perusahaan asuransi, pasar modal, hingga berbicara tentang reksa dana dan sebagainya. Peran kami yaitu mendekatkan bapak-ibu dengan industri keuangan, sehingga perbankan bisa segera memproses usaha bapak-ibu menuju perkembangan,” jelas Kasubag IKNB.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Rini Indriani, menyatakan bahwa workshop kali ini membuat pelaku IKM dapat belajar keuangan, semakin mengenal dan mempererat hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan yang ada di Kota Bima dan OJK akan mempermudah sebagai bagian dari tim TPAKD.

“Kepada para peserta ikutilah dengan serius workshop tersebut baik yang disampaikan oleh narasumber maupun dari diskusi-diskusi yang dilakukan. Harapan kami bersama semoga hal ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Bima,” jelasnya.

Tingkatkan Kesejahteraan IKM

Strategi bisnis menjadi penting bagi pelaku Usaha Industri Kecil Menengah. Apalagi, dalam hal ini, IKM bersaing dengan berbagai produk nasional atau bahkan produk internasional.

Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Setda Kota Bima Ruslan, melalui laporannya yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian menjelaskan bahwa kegiatan workshop bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha IKM dalam manajemen usaha dan memfasilitasi akses IKM kepada layanan jasa keuangan formal yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha IKM.

“Adapun peserta workshop dan business matching ini sebanyak 100 orang dengan sumber dana yang berasal dari anggaran Kantor OJK Provinsi NTB”, ungkap Kasubbag Perekonomian.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Ratna Utarianingrum, menjelaskan bahwa IKM memiliki posisi yang strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional, dan memiliki kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data statistik BPS, terdapat kurang lebih 4,5 juta unit IKM yang tersebar di wilayah Indonesia, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 10,5 juta orang atau setara dengan kurang lebih 65 persen dari total tenaga kerja sektor industru pengolahan non migas.

“Saat ini ada 368 sentra IKM tenun tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara,” ujarnya.