Bupati Sumbawa Barat Lantik 23 Kepala Desa

Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin, baru saja melantik 23 Kepala Desa (Kades) hasil pemilihan serentak gelombang Ketiga di KSB (Kabupaten Sumbawa Barat). (Foto: Pemkab Sumbawa Barat)

Sumbawa Barat- Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin, baru saja melantik 23 Kepala  Desa (Kades) hasil pemilihan serentak gelombang Ketiga di KSB (Kabupaten Sumbawa Barat) Tahun 2019, Jumat pagi (20/12/19).

Dalam amanatnya, bupati berharap 23 kepala desa mampu memimpin desa dengan baik. Menjadi pemimpin yang mampu meneladani model kepemimpinan Rasulallah, yakni shiddiq atau Jujur, kedua amanah atau bisa dipercaya, ketiga tabligh  atau mendidik dan keempat adalah fathonah atau cerdas.

Menurutnya, pemilihan Kades serentak di 23 desa tanggal 20 Okotber 2019 lalu adalah aktualisasi pesta demokrasi lima tahunan yang terlaksana dengan baik dan sukses. Hasilnya adalah dilantiknya Bapak dan Ibu menjadi Kades saat ini.

Ke-23 Kades yang disumpah dan dilantik oleh Bupati adalah, Kades Ai’ Kangkung, Desa Rempe, Desa Meraran, Lalar Liang, Seteluk Tengah, desa Kelanir,  Senayan, Desa Goa, Talonang Baru, Dasan Anyar, Seloto, Belo, Tatar, Kalimantong, Desa Beru, Mujahiddin, Desa Tepas, Labuhan Lalar, Mantar, Kiantar, Tapir, Tongo, dan Desa Labuhan Kertasari. Dari 23 Kades yang dilantik tersebut, satu Kades merupakan seorang perempuan yakni Kades Ai’ Kangkung Kecamatan Sekongkang.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung Graha Praja Setda KSB, Jumat pagi (20/12/19). Selain dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, Sekda KSB dan Anggota Forkopimda KSB serta pejabat Pemerintah KSB, kegiatan ini terasa spesial karena dihadiri anggota DPR RI, Syafruddin.

Mendorong Kemajuan Desa

Menurut Bupati, pemerintah tidak bisa mencapai keberhasilannya sendirian. Butuh adanya sinergitas antar lembaga. Asas kerja sama atau gotong royong sangat dibutuhkan dan harus diaplikasikan oleh kepala desa.

“Dengan sinergitas, akan banyak melahirkan pemikiran, ide kreatif dan inovasi dalam memajukan desa. rangkul semua pihak mulai dari masyarakat, Ketua RT, Agen PDPGR, Kadus, BPD,” jelasnya.

Ia menghimbau supaya tidak ada Kades yang mengungkit-ungkit dia pendukungnya. Membeda-bedakan mana pendukung dan bukan pendukungnya. Apalagi memecat staf yang diketahui tidak mendukungnya. Bupati menjelaskan bahwa perbedaan itu indah, pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang bisa mengelola perbedaan.

“Koordinasi dan konsulitasi dengan Kecamatan dan Pemda harus rutin, agar Kades dan jajaran semakin mengerti permasalahan dan dapat bekerja dalam koridor hukum. Manfaatkan pula Forum Yasinan, kita berfikir bersama untuk masyarakat,” imbuh Bupati.