Bupati Sumbawa Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Ajang Nasional

Bupati Sumbawa M. Husni Djibril hadir dalam acara Trisaksti Tourism Award dan Destinasi Indonesia Expo & Conference Tahun 2019 di JCC Jakarta. (Foto: Pemkab Sumbawa)

Jakarta – Pada akhir Juni yang lalu, Bupati Sumbawa M. Husni Djibril berkesempatan menghadiri acara Trisaksti Tourism Award dan Destinasi Indonesia Expo & Conference Tahun 2019 di JCC Jakarta. Dalam acara tersebut, Bupati berkesempatan untuk mempromosikan pariwisata serta memperkenalkan hasil kreativitas masyarakat Kabupaten Sumbawa. Berbagai produk unggulan kreatif pun ditampilkan di ajang Destinasi Indonesia Expo ini.

Di hadapan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Triawan Munaf saat mengunjungi stand milik daerahnya, Bupati memaparkan potensi pariwisata Kabupaten Sumbawa yang saat ini terus dikembangkan, khususnya wisata bahari bertajuk Gem of East (Mutiara dari Timur), yang banyak menarik minat dan perhatian wisatawan untuk berkunjung.

Bupati menceritakan keindahan Pulay Moyo dan pulau-pulau kecil lainnya di perairan Teluk Saleh, Pulau Bungin, dan keunikan Barapan Kebo dan Main Jaran yang telah menjadi salah satu menu wajib yang banyak diminati oleh wisatawan saat berkunjung ke Sumbawa.

“Teluk Saleh sangat kaya potensi. Selain memiliki ikon Hiu Paus Whale Shark yang jumlahnya saat ini mencapai sekitar tujuh puluh ekor, keberadaan Teluk Saleh juga telah ditetapkan bersama-sama Pulau Moyo dan Gunung Tambora sebagai salah satu cagar biosfer dunia oleh UNESCO di Paris beberapa hari yang lalu,” terang Bupati dalam situs resmi Pemkab Sumbawa.

Triawan pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajarannya yang telah mengembangkan pariwisata dan potensi ekonomi kreatif masyarakat Sumbawa. Dirinya berharap kepada Pemda untuk terus mengembangkan kreativitas ekonomi masyarakat Sumbawa dengan berbagai kerajinan, kuliner, dan produk-produk unggulan yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk terus berkunjung.

Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Peran ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional serta karakteristik Indonesia yang terkenal dengan keragaman sosio-budaya yang tersebar di seluruh pelosok nusantara tentunya dapat menjadi sumber inspirasi dalam melakukan pengembangan industri kreatif. Azizah (2017) dalam penelitiannya memaparkan bahwa menumbuhkembangkan ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari budaya setempat. Budaya harus menjadi basis pengembangannya.

Dalam budaya lokal, ada yang disebut dengan kearifan local yang menjadi nilai-nilai bermakna, antara lain diterjemahkan ke dalam bentuk fisik berupa produk kreatif daerah setempat. Ekonomi kreatif, menurutnya, tidak bisa tidak bisa dilihat dalam konteks ekonomi saja, tetapi juga dimensi budaya. Ide-ide kreatif yang muncul adalah produk budaya. Karenanya, strategi kebudayaan sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif.

Mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal adalah solusi alternatif untuk menstimulus perkembangan ekonomi kreatif  untuk bisa untuk bisa mandiri dan mengembangkan usaha terutama di daerah. Pada umumnya setiap daerah memiliki potensi produk yang bisa diangkat dan dikembangkan. Keunikan atau kekhasan produk lokal itulah yang harus menjadi intinya kemudian ditambah unsur kreativitas dengan sentuhan teknologi.