Inovasi Pelayanan Publik Simawar Kabupaten Bima Lolos Top 99 Nasional

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Laily Ramdani dan Kepala Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain menghadiri Rapat Koordinasi Top Pelayanan Publik di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta. (Foto: Pemkab Bima)

Jakarta – Kabupaten Bima menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada Rapat Koordinasi Top Pelayanan Publik di Jakarta, Rabu (12/6/2019). Penghargaan tersebut diberikan atas Sistem Informasi Warga (Simawar) aplikasi pelayanan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan yang berhasil masuk Top 99 nasional dalam lomba Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2019.

Atas prestasinya tersebut, Simawar selanjutnya akan diikutsertakan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) menuju Top 45 yang akan berlangsung pada 2-17 Juli mendatang di Kementerian PANRB. Kepala Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain mengatakan, inovasi Simawar akan dimuat dalam buku Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, yang dibuat dalam dua versi bahasa sebagai saranan promosi dan kampanye publik tentang inovasi pelayanan yang akan disebarluaskan ke negara-negara lain.

“Penentuan inovasi Simawar masuk dalam Top 99 setelah melewati tahapan join meeting tim evaluasi dan tim panel independen, pleno tim panel independen, hingga penetapan Top 88 melalui keputusan Menteri PANRB,” terang Syamsul.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Laily Ramdani mengatakan perjalanan menuju lomba Sinovik dinilainya cukup luas biasa, mengingat dari 3.156 proposal yang masuk ke meja panitia hanya 1.329 yang dinyatakan lolos administrasi.

“Ribuan proposal inovasi tersebut berasal dari 21 kementerian, 13 lembaga non departemen, 28 provinsi, 206 kabupaten, dan 26 kota di seluruh Indonesia,” jelas Laily.

Ia melanjutkan, sebanyak 1.329 proposal yang dinyatakan lolos administrasi tersebut berasal dari 232 proposal kementerian, 68 proposal lembaga, 161 proposal pemerintah provinsi, 579 proposal kabupaten, dan 271 proposal pemerintah kota. Aplikasi Simawar melaju ke tingkat nasional setelah dilakukan proses penjaringan oleh Kementerian PANRB.

“Tim yang beranggotakan 11 akademisi dari berbagai univesitas negeri yang kredibel melakukan sejumlah tahapan penilaian dan evaluasi menyeluruh, maka ditetapkan Top 99 inovasi pelayanan publik 2019 tingkat nasional, salah satunya aplikasi Simawar,” imbuhnya.

Peran Penting Simawar

Simawar merupakan sebuah inovasi terbaru dari DP3AP2KB, yang dibuat dalam rangka memberikan pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan perempuan yang ada di Kabupaten Bima. Laily melihat tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan masih marak di Kabupaten Bima. Korban kekerasan dan pelecehan kadang menutup diri atau malu untuk melaporkan kasus setelah mendapat kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis.

Dari data yang tercatat pada laporan DP3AP2KB Kabupaten Bima, sepanjang tahun 2018 ada 38 kasus kekerasan tehadap perempuan, terdiri dari 25 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 2 kasus tindak pidana, dan 11 kasus tindak pelecehan dan pemerkosaan.

“Awal tahun 2019 di bulan Januari sudah ada lima kasus yang kami dampingi,” ujar penggagas aplikasi Simawar itu.

Untuk melayani dan mengakomodir kekerasan tersebut, maka pihaknya tergerak untuk menciptakan sebuah aplikasi pelayanan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak berbasis android, yang selanjutnya lebih dikenal dengan Simawar.

“Aplikasi Si Mawar merupakan wahana bagi warga atau publik untuk memberikan laporan terkait dengan kasus kekerasan pada perempuan dan anak,” tambah Laily.

Alumni STPDN Jatinangor itu melanjutkan penjelasannya bahwa selain memberikan layanan pelaporan, Simawar juga memberikan informasi dan data tentang perempuan yang memiliki usaha, berbagai aktivitas perempuan, perempuan berkebutuhan khusus, dan tentang perempuan yang memiliki inovasi.