Digelar di NTB, Munas Alim Ulama & Konbes NU Kuatkan Deradikalisasi dan Ekonomi Warga

Ketua PBNU H. Robikin Emhas (Foto: Ahmad Labieb)

Jakarta, SUMBAWADAILY.COM ** Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas Alim Ulama) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU), Kamis-Sabtu (23-25/11/2017) di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dipusatkan penyelenggaraannya di lima pondok pesantren, Munas Alim Ulama & Konbes NU 2017 mengambil tema ‘Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga’.

“Berbagai bentuk paparan virus radikal kian mengancam keutuhan NKRI. Sementara pada saat yang sama, tren pertumbuhan ekonomi kita terus menurun. Faktanya, 2017 ini, harga komoditas masih melemah dan belanja konsumen menurun,” ujar Ketua Panitia Nasional, Robikin Emhas, Rabu (8/11/2017) di Jakarta.

Ia menjelaskan, sekilas, deradikalisasi dan penguatan ekonomi terlihat sebagai dua hal yang sangat berbeda. Tetapi sesungguhnya, sangatlah dekat. Apabila kondisi perekonomian warga tidak kuat tentu akan makin mudah disusupi virus radikal. Sebaliknya, jika perekonomian warga kuat, tentu tidak akan mudah terpapar propaganda radikal.

“Data menunjukkan, di luar faktor ideologis dan propaganda keliru dari aspek agama, iming-iming kemapanan ekonomi menjadi magnet paling banyak menyedot massa radikal,” tandasnya.

Menurutnya, tugas ideologis Nahdlatul Ulama sebagai ormas berhaluan ahlussunnah wal jama’ah adalah bagaimana terus membentengi negeri ini dari rongrongan paham radikal, membumikan Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI.

“Dalam hal ini, gerakan NU berpretensi untuk terus memperkuat kelompok Islam tengah. Kelompok Islam tengah harus terus dijaga agar tidak terlalu ekstrem ke kanan lalu menjadi radikal, dan tidak terlalu ekstrem ke kiri lalu menjadi liberal,” ucap Robikin.

Beberapa Isu Utama

Pada Munas Alim Ulama 2017 akan dibahas berbagai isu utama. Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah membahas isu frekuensi publik, investasi dana haji, izin usaha berpotensi mafsadah, melontar Jumrah Aiyamut Tasyriq Qablal Fajri, serta status anak dan hak anak lahir di luar perkawinan.

Selanjutnya, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah membedah Fiqih Disabilitas, konsep Taqrir Jama’i, konsep Ilhaqul Masail Binazhairiha, ujaran kebencian (hate speech), konsep amil dalam Negara Modern menurut pandangan fiqih, serta konsep distribusi lahan atau aset.

Terakhir, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah akan mengkritisi RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren, RUU Anti Terorisme, Tata Regulasi Penggunaan Frekuensi, RUU Komunikasi Publik, RUU KUHP, RUU Etika Berbangsa dan Bernegara, serta Regulasi Tentang Penguasaan Lahan.

Munas Alim Ulama & Konbes NU akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (23/11/2017) pukul 13.00 di Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Jangan lewatkan pula Pawai Budaya, Bazar UKM, dan Fashion Festival pada hari Rabu-Minggu (22-26/11/2017).