Terlena Bantuan, Warga KSB Seneng dianggap Miskin

Angka kemiskinan di wilayah Kabupaten sumbawa Barat mengalami dedikit penurunan (Sumber: Pemda KSB).

Taliwang, SUMBAWADAILY.COM ** Banyaknya warga yang mengaku miskin berdampak pada lambannya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hal ini disinyalir karena banyaknya warga yang terlena dengan pemberian bantuan.

Seperti diberitakan laman resmi Pemda KSB, seharusnya tidak ada warga miskin di wilayah KSB. Wakil bupati KSB, Fud Syaifuddin menegaskan banyak hal yang mempengaruhi, mulai dari keamanan. KSB adalah kabupaten zero horizontal conflict yang bisa membuat masyarakat aman dan nyaman bekerja atau beraktifitas.

Selain itu, di KBS juga banyak tersedia lapangan pekerjaan. “Namun, mental malaslah yang membuat warga enggan bekerja. Ketiga soal kesehatan, Pemda telah menanggung iuran BPJS bagi warga KSB yang miskin bahkan yang mampu dan banyak aspek lainnya,” papar Fud seperti diberitakan laman yang sama.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, wakil bupati menekankan kepada Camat dan Lurah/Kepala Desa untuk memegang data kemiskinan. Mengidentifikasi kembali warga yang dalam data masuk kategori miskin, apakah memang miskin atau tidak.

Hal ini penting agar data benar-benar valid dan menentukan kemiskinan warga dengan indikatornya sebanyak 14 indikator dan 50 indikator turuna. Camat akan menjadi ketua tim pengentasan kemiskinan di kecamatan. Sedangkan kepala desa dan lurah menjadi ketua tim di wilayahnya masing-masing dan menurunkan ke tingkat Kaling/Kadus hingga RT.

Kepala OPD terkait pun diminta untuk memfokuskan program kerja kepada pengentasan kemiskinan. Program bantuan harus diberikan kepada warga yang miskin.

‘’Misalnya pertanian, warga yang miskin yang harus mendapatkan bantuan pertanian begitu pula dinas lain. DPMD juga agar segara membuat Paraturan Bupati tentang pengelolaan Dana Desa dan Anggaran Desa. Ini agar penggunaan dana di desa terarah,” tutup Fud.