Sumbawa Akan Menjadi Sentra Bawang Merah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus mendorong upaya pengoptimalan pengembangan bawang merah. (Sumber: Pemkab Sumbawa).

Sumbawa, SUMBAWADAILY.COM ** Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus mendorong upaya pengoptimalan pengembangan bawang merah. Produk hortikultura tersebut dinilai menjadi salah satu potensi prospektif di Sumbawa. Pemkab akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan hal tersebut.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Sumbawa, Pemkab Sumbawa telah menyampaikan proposal kepada Kementerian Pertanian terkait pengembangan bawang merah tersebut. proposal disampaikan oleh Bupati Sumbawa, Husni Djibril, melalui Dinas Pertanian, belum lama ini.

“Pemkab Sumbawa telah menyampaikan proposal senilai Rp 22 milyar untuk pengembangan bibit bawang merah kepada Kementerian Pertanian RI” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Abdul Murad, seperti dikutip situs tersebut. Pihaknya juga telah memenuhi undangan untuk beraudiensi dengan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Pertanian terkait proposal pengembangan bawang merah di Kabupaten Sumbawa tersebut pada 11 Oktober lalu.

Diberitakan, Dirjen PSP yang diwakili Kasubdit Pengembangan Sumber Daya Air Direktorat Irigasi Pertanian, Yandri, mengapresiasi proposal dari Pemkab Sumbawa. “Kabupaten Sumbawa berpotensi menjadi  Sentra Produksi Benih Bawang Merah Indonesia Bagian Timur” kata dia.

Konsultan dari Islamic Development Bank (IDB), Sukadis, yang mendampingi Yandri, juga mengapresiasi niat Pemkab Sumbawa. Pihak IDB bahkan akan melakukan assessment terhadap jumlah anggaran secara detail berdasarkan kebutuhan sasaran 1.000 hektar lahan.

Tahap awal yang direncanakan pada tahun 2018 akan dibangun terlebih dahulu sarana dan prasarananya antara lain gudang processing benih, alsintan, sarana pengairan baik pompanisasi dan pipanisasi serta kegiatan awal lainnya.  “Sekitar 60 sampai 100 milyar perkiraan kebutuhan sementara” ujar Sukadis.

Pihak IDB dan Ditjen PSP menyampaikan bahwa pengelolaan program ini harus dilakukan dengan system BLUD. Sebab penanganan dana hibah dari IDB harus dikelola secara professional. Pihak IDB dan Ditjen PSP berharap UPTD Balai Belih dapat menjadi unit pengelola manajemen BLUD yang professional, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan daerah.

Disampiakan, dalam waktu dekat Kementerian Pertanian dan IDB akan turun ke Kabupaten Sumbawa untuk melakukan identivitasi lokasi dan monitoring kawasan bawang merah. Serta melakukan presentasi bersama perangkat daerah terkait di Sumbawa Besar.