Mahasiswa UTS Menangi ajang DPK

Imam Wierawansyah Eltara jurai ajang bergengsi Duta Pemuda Kreatif (DPK) 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia beberapa waktu lalu. (Sumber: UTS)

UTS, SUMBAWADAILY.COM ** Singkirkan 85 ribu peserta dari seluruh Indonesia, Imam Wierawansyah Eltara jurai ajang bergengsi Duta Pemuda Kreatif (DPK) 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Setelah dinobatkan sebagai DPK tentunya tugas yang disandang Imam tak ringan, namun dia optimis dapat menjalankannya dengan baik.

“Duta pemuda kreatif memiliki tugas yang tertuang di UU No. 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dan pedoman pemuda kreatif. Salah satunya sebagai relawan dan role model pemuda dalam bergerak menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Selain terus menjalankan kegiatan kreatifnya yang merupakan salah satu bidang industri ekonomi kreatif,” paparnya.

Seperti diberitakan laman resmi UTS, mahasiswa jurusan teknologi pertambangan ini sebelumnya telah melalui berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya memenangi ajang tersebut.

“Seleksinya ketat mulai dari seleksi berkas berupa pengisian aplikasi foam online beserta berkas-berkas penunjang dipilih menjadi 34 peserta pemuda kreatif,” terangnya.

Imam menambahkan untuk dapat mengikuti DPK setiap peserta juga harus sudah pernah menjalankan kegiatan kreatif sebelumnya. Selain itu, penilaian juga mengutamakan karya yang harus sesuai dengan 16 subsektor ekonomi kreatif. Jika lolos berkas akan dilakukan pengujian wawancara online oleh 5 panelis yang ahli di bidang kreatifitas dan ekonomi kreatif.

Nampaknya, 2017 ini merupakan tahun keberuntungan putra pasangan A. Karim Eltara & Masita setelah sebelumnya gagal di ajang serupa tahun lalu.

“Saya memilih ekonomi kreatif di bidang kriya dan kuliner yaitu pengolahan hasil pertanian berupa pengolahan jagung menjadi aneka kuliner dan karya seni. Alhamdulillah, tahun ini saya bisa lolos seleksi mulai dari seleksi berkas dan juga wawancara. Sebelumnya saya sudah pernah ikut kegiatan serupa tahun 2016 namun gagal dipengujian wawancara.” tutur pemuda berprestasi asal Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara tersebut.