Goa Mumber Objek Wisata Alternatif Masa Depan di Brang Rea

Goa Mumber, salah satu objek wisata alternatif yang ada di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat. Goa ini belum banyak mendapat perhatian sehingga belum banyak dikenal mamsyarakat luas. (Sumber: Adventurous Sumbawa, Pemerintah KSB).

Brang Rea, SUMBAWADAILY.COM ** Goa Mumber calon objek wisata alternatif yang kaya potensi. Lerletak di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Sumbawa Barat objek wisata satu ini belum dikembangkan secara maksimal.

Diberitakan laman resmi Pemerintah KSB, wisatawan yang ingin menikmati keindahan goa satu ini harus memiliki semangat yang tinggi. Karena pejalanan menuju Goa Mumber cukup melelahkan. Pengunjung harus menempuh waktu tempuh menuju Gua Mumber 1,5 jam. Ini bisa dilakukan dengan jalan kaki atau menunggang kuda.

Setelah menempuh jarak yang jauh, lelah pengunjung terbayarkan oleh eksotisnya Goa Mumber yang telah terbentuk secara alami sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam.

Konon menurut cerita, Goa Mumber merupakan tempat persembunyian penduduk dari kejaran pasukan Belanda di jaman penjajahan. Letaknya yang sangat tersembunyi dan cukup jauh dari permukiman penduduk menjadikan tempat tersebut sangat aman untuk lokasi persembunyian.

Selain sering dikunjungi oleh para pendaki dan pecinta alam, Goa Mumber juga dikenal sebagai satu-satunya gua terbesar di Sumbawa Barat. Stalagtit dan stalagmit di Goa Mumber memiliki daya tarik yang dapat dijadikan sebagai obyek penelitian geologi dan tujuan wisata trekking.

Kelompok sadar wisata desa Bakat Monte berharap jika potensi Goa Mumber dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata trekking. Selama ini daerah tersebut dikenal sebagai kawasan aktivitas penebangan liar.

Sapes, salah seorang pemuda desa Bakat Monte mengungkapkan keinginannya terkait kawasan wisata Goa Mumber. Menurutnya apabila kawasan tersebut menjadi kawasan wisata yang dikenal oleh banyak orang, maka dengan sendirinya akan sering dikunjungi.

“Jika dijadikan kawasan wisata, aktivitas penebangan liar yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dapat diminimalisir,” ungkapnya.