Agama Pondasi Tangkal Gratifikasi

Wakil Bupati KSB, Fud Syarifuddin memberikan penjelasan mengenai gratifikasi pada jajaran ASN KBS. (Sumber: pememrintah KBS).

Taliwang, SUMBAWADAILY.COM ** Perkuat pengetauan agama, Wakil Bupati  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin lindungi aparatur sipil negara (ASN) dari gratifikasi.

Seperti diberitakan laman resmi Pemerintah KSB beberapa waktu lalu, Wakil Bupati KSB, Fud Syaiffudin mengutip Qur’an Surat Ibrahim Ayat 7 ketika membuka  Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2017 tentang Pengendalian Gratifikasi di lingkungan Pemerintah KBS.

Fud mengakatakan, ASN harus bersyukur dengan pekerjaan, jabatan, dan penghasilan yang saat ini telah dimiliki.

‘’Kami punya jargon Ikhlas, Jujur, dan  sunguh-sungguh dalam bekerja. Kemudian sholat dzuhur dan ashar berjamaah di masjid yang menjadi bagian dari jam kerja sehingga ASN di KSB bisa menahan diri untuk tidak berbuat korupsi,” ungkap wakil bupati.

Pada acara yang dihadiri Sekretaris Daerah KSB, Abdul Azis, Wakil Ketua DPRD KSB, Amir Ma’ruf Husein, dan anggota Mustakim Patawari. Ada pula Asisten II Setda KSB, Amry Rakhman, Kepala OPD, Kepala Bagian lingkup Pemda KSB dan para Camat. Dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuli Kamelia dan Anjas Prasetyo tersebut Fud memaparkan mengenai definisi gratifikasi.

“Menurut KPK gratifikasi tidak boleh di atas 1 juta, tapi intinya tidak boleh menerima pembrian baik kurang terlebih lagi diatasnya dan apapun bentuknya. Meski dalam konsep Islam pemberian dan menerima rasa belas kasih atau karena jasa itu halal. Namun dalam konsep bernegara, haram apalagi lebih dari 1 juta nilainya,” tegasnya.

Senada dengan Wakil Bupati, Fus Syaiffudin, Inspektur Inspektorat KSB, Ady Mauluddin, menyampaikan jika kegiatan semacam ini sangat penting untuk mengetahui apa saja contoh gratifikasi.

“Apakah menerima imbalan rasa terimakasih termasuk gratifikasi atau tidak. Tentunya materi dari tim KPK ini memberikan pengetahuan kepada kita agar kita menghindari gratifikasi,” katanya.