1.600 Liter Minuman Keras Disita

1600 liter miras berhasil diamankan oleh tim gabunga Pol PP, TNI, Polri, dan Brimob beberapa waktu lalu. (Sumber: Pemkab Dompu).

Dompu, SUMBAWADAILY.COM ** Sebanyak 1.600 liter minuman keras diamankan dalam kegiatan operasi gabungan di lingkungan Kabupaten Dompu, belum lama ini. Pemerintah bersama aparat keamanan setempat pun berkomitmen untuk memberantas peredaran minuman keras di Kabupaten Dompu.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Dompu, operasi tersebut dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, dan Polisi. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar melalui Kabid Penegakan Perda, Abdurahman, mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Miras Nomor 03 Tahun 2006 tentang Larangan Menjual, Memproduksi Minuman Beralkohol di wilayah Kabupaten Dompu. Selain itu operasi juga dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Operasi ini juga bertujuan untuk menciptakan konduktifitas daerah dan menghindari konflik, khususnya menjelang pemilihan serentak 31 kepala desa di bulan November tahun 2017 dan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB di tahun 2018 mendatang,” kata dia seperti dikutip situs tersebut.

Dia mengatakan keberhalisan dalam mengamankan lebih dari 1.000 liter minuman keras di wilayah Nowa Kecamatan Woja dan Banggo Kecamatan Manggelewa tersebut tak lepas dari kerja sama yang baik dari tim gabungan serta dukungan masyarakat. Dia mengapresiasi peran masyarakat yang proaktif melaporkan kondisi di lingkungannya. Minuman keras yang berhasil diamankan berupa bir dan minuman keras oplosan.

Barang bukti yang didapatkan selanjutnya akan dimusnahkan. Sedangkan pemilik barang bukti akan dimintai keterangan dan diberikan peringatan keras agar tidak kembali menjual atau memproduksinya lagi.

Abdurahman menegaskan pemerintah bersama TNI dan Polri akan terus memggelar operasi tersebut secara rutin. Hal itu untuk mewujudkan Dompu bebas minuman keras.

“Mari kita sama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban, khususnya dari peredaran miras yang menjadi salah satu pemicu timbulkan konflik di lingkungan masyarakat Bumi Ngga.”