Sejumlah Kampus Kunjungi Pemkab Bima, Olah Potensi Lokal Jadi Agenda Utama

FOTO BERSAMA- Mahasiswa berfoto bersama Bupati Bima, Indah Damayanti Putri, usai berdiskusi. (Foto: Humas Pemkab Bima)

Rasanae, SUMBAWADAILY.COM ** Kamis (8/12/2016), sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi berkunjung ke kantor Pemerintah Kabupaten Bima. Salah satu agenda utama mereka adalah optimalisasi olah potensi lokal dengan sinergi kampus dan pemerintah daerah.

“Silaturahmi ini ditujukan untuk membangun empati dan kesamaan persepsi dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bima,” ujar Ketua STKIP Tamsis Bima, Ibnu Kaldun, dirilis Humas Pemkab Bima.

Kunjungan juga ditujukan untuk menyampaikan hasil penelitian singkat para mahasiswa dari kampus-kampus tersebut, terkait dengan kemajuan dunia pendidikan, kehidupan sosial masyarakat, dan kondisi wilayah, berlangsung selama sebulan.

“Mahasiswa Perguruan Tinggi dari Jawa ini mengikuti kegiatan akademis dan pertukaran informasi di kampus STKIP Taman Siswa Bima, sesuai rekomendasi Dirjen Pendidikan Tinggi. Kepercayaan dari kementerian ini merupakan peluang untuk meningkatkan motivasi dan mengikuti pertukaran di tingkat Internasional,” ucapnya.

Menyambut kunjungan, Bupati Bima, Indah Damayanti Putri, mengatakan, Pemkab Bima menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan studi yang dilakukan para mahasiswa, karena menurut Bupati, studi yang dilakukan menyangkut tugas mulia guru dalam mendidik.

“Visi Bima, RAMAH, akan berupaya menarik agar pembangunan pada semua sektor benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Bupati Indah.

Pemkab Bima, sambungnya, tidak menutup mata terhadap masukan dari para masisiswa dan melalui program prioritas yang dijabarkan SKPD terkait, akan mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pemeliharaan kebersihan dan lingkungan.

“Mungkin di Jawa, beberapa daerah sudah meraih Piala Adipura, tetapi di Kabupaten Bima belum,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tugas pemerintah tidak hanya meningkatkan jumlah petugas kebersihan, tetapi hal yang lebih penting adalah mengubah cara berpikir akan pentingnya menjaga kebersihan.

“Ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan upaya ini akan terus didorong. Untuk mengurangi resiko terjadinya bencana, Pemerintah Daerah secara signifikan terus berupaya mengurangi kebiasaan merusak hutan yang berimbas pada masyarakat,” tandas Bupati.

Ikon Daerah

Menanggapi pertanyaan tentang pemberdayaan potensi tenun dan susu kuda liar sebagai ikon daerah, Bupati menuturkan, ada beberapa sentra industri di Kabupaten Bima yang ketika wisatawan datang telah mengetahui dengan pasti lokasinya.

“Ke depan, promosi hasil kerajinan tersebut akan terus ditingkatkan,” komitmen Bupati.

Menutup sesi tanya jawab, Bupati menyampaikan, dalam pembangunan, diperlukan komunikasi yang membutuhkan kesabaran. Permasalahan yang ada tidak serta-merta bisa diselesaikan dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan proses.

“Itulah catatan penting dalam mengubah citra pemerintah. Dengan kemampuan dan kerja keras luar biasa maka kita tetap berupaya menciptakan kemajuan daerah,” pungkasnya.